Wednesday, June 8, 2011

Ibu Dan Anak Diperkosa, Dinikmati Lalu Dibunuh

Sungguh tragis kejadian yang menimpa keluar Yelva Amris, warga Jalan Bumi Ayu, Gang Saleh Said RT 8, Kelurahan Bumi Ayu, Dumai Timur. Usai mengikuti pertandingan golf di Surabaya, justeru mendapatkan anak dan isteri tewas mengenaskan. Lilis Suryani (44) dan anak semata wayangnya yang masih bersekolah idi SMAN 1 Dumai, dibunuh secara sadis. Kedua korban diikat, bulut dibekap, serta terdapat belasan luka tusukan benda tajam.

http://www.radarberita.com/photo/1305449262paha_mulus.jpg

Peristiwa mengenaskan tersebut terjadi pada Ahad (5/6) sekitar pukul 23.30 WIB malam. Data yang diperoleh Dumai Pos di tempat kejadian perkara (TKP), selain menghabiskan dua nyawa sekaligus, pelaku juga sempat mengambil perhiasan emas yang ada pada korban seperti kalung, gelang, kartu ATM dan yang lainnya.

Tewasnya keluarga ini, pertama sekali diketahui oleh suaminya bernama Yelva Amris (45), pegawai Adpel Dumai. Saat kejadian sang suami tidak berada di tempat, lantaran sedang berada di Surabaya mengikuti pertandingan golf.
Sekitar pukul 13.15 WIB, dalam perjalan dari Surabaya ke Pekanbaru, dan setibanya di Bandara Sutan Syarif Kasim, Pekanbaru Yelva menerima telepon dari istrinya Lilis. Dalam pembicaraan itu, Lilis sempat mengatakan agar tidak mematikan HP kepada suaminya.
 
Perkataan Lilis sempat membuat risau suaminya, ia bergegas untuk pulang ke Dumai. Setibanya di Kandis sekitar pukul 15.30 WIB, ketika Yelva menghubungi HP isteri dan anaknya, ternyata tidak satupun ada yang aktif. Kondisi ini, semakin membuat Yelva penasaran dan resah tentang istri dan anaknya. Akhirnya, sekitar pukul 23.30 WIB, begitu Yelva tiba di rumah rumah dalam keadaan sepi.

Pintu depan dalam keadaan terkunci, dan beberapa kali di panggil dan digedor dari luar, tak ada jawaban dari dalam rumah. Kondisi ini, tentu membuat Yelva semakin tak karuan, lalu berinisiatif untuk membongkar dengan mencongkel pintu garasi mobil yang berada di samping rumah dan terlebih dahulu bertanya kepada tetangganya, namun tak ada yang tahu.

Setelah berhasil masuk, memang Yelva langsung ke kamar utama yang pintunya mengarah ke garasi. Begitu dilihat, ternyata orang yang disayang sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan. Isterinya, tangan dalam keadaan diikat bagian belakang, kaki diikat, badan telungkup di atas tempat tidur, 3 gigi tanggal, terdapat tiga luka tusukan di kepala dan dada dan mulut ditutup lakban, sedangkan rok tersingkap.

Anak gadisnya ditemukan telentang di lantai kamar dengan tangan diikat di belakang, celana panjang yang dikenakan korban sudah melorot hingga ke paha, yang diduga korban ini sempat diperkosa sebelum dibunuh. Di bagian tubuhnya, terdapat 11 luka bekas tusukan senjata tajam tepatnya di bagian dada dan pungung korban dan pada leher terdapat kain untuk menyekap mulut korban. Sedangkan, pakaian yang digunakan korban masih utuh, bahkan masih terlihat mengenakan jaket.

“Dugaan sementara, sebelum anak korban ini dibunuh, terlebih dahulu di perkosa oleh pelaku. Sedangkan untuk ibunya, dicekik dengan menggunakan kain dan ditusuk pada bagian kepala,” kata Kapolres Dumai, melalui Kapolsek Dumai Timur, AKP Besus Agung yang langsung turun ke TKP malam itu.

Beberapa barang berharga milik korban seperti, dua unit HP, perhiasan emas kalung dan cincin milik korban serta kartu ATM dibawa pelaku. Sedangkan, kondisi rumah masih dalam keadaan rapi, tidak ada terlihat barang-barang yang berserakan. Begitu juga dengan lemari pakaian di dalam kamar, masih terlihat tertutup rapi. Bahkan, beberapa pintu, tidak satupun ada yang rusak. Akan tetapi, kunci pintu bagian depan tidak ditemukan, karena diduga dibawa oleh pelaku.

Kata Kapolsek, diperkirakan para pelaku datang ke rumah korban sekitar antara pukul 13.30 WIB hingga pukul 15.30 WIB. “Melihat dari kondisi TKP sementara, diduga pelaku masuk ke rumah tersebut secara baik-baik dengan cara bertamu. Karena tak satu pintupun dalam keadaan rusak. Begitu juga kondisi di rumah hanya ada kedua korban, saat itulah pelaku beraksi,” terangnya.

Untuk saat ini, belum diketahui pasti apa motif kejadian tersebut. “Kita masih lakukan penyelidikan terhadap kasus ini, yang jelas dua orang korban tewas dibunuh dan harta benda yang ada pada korban raib dibawa pelakunya,” terang Besus. Diperkirkan, dari aksi yang dilakukan pelaku diperkirakan berjumlah lebih dari satu orang.

Kejadian tewasanya ibu dan anak ini, sempat membuat heboh warga sekitar. Hingga pagi harinya, terlihat kediaman korban didatangi warga yang ingin menyaksikan kejadian tersebut. Sedangkan, kedua korban setelah di visum di RSUD Dumai, disemayamkan di rumah keluarganya di Jalan Karya 1, Dumai. Sebab, saat itu polisi masih terus melakukan olah TKP.

Pantauan Dumai Pos, di rumah keluarga korban terlihat ramai didatangi warga, mulai dari tetangga, kerabat orang tuanya yang bekerja di Adpel, juga terlihat kawan-kawan anaknya yang masih bersekolah di SMA N 1. Bahkan, terlihat Walikota Dumai, H Khairul Anwar menyempatkan diri melayat ke rumah duka.(kar)

Sengketa Tanah

Kapolsek Dumai Timur, AKP Besus Agung saat ditanya Dumai Pos mengatakan, bahwa persoalan itu diduga ada kaitannya dengan persoalan tanah.
“Kita sudah bertemu dengan suami korban, dia mengatakan sebelumnya mereka memang punya masalah dengan orang yakni masalah tanah. Untuk itu, kita belum bisa pastikan apa benar itu puncak masalah tersebut, kita masih lakukan penyelidikan,” terangnya.

Sedangkan masalah lainya, kata Kapolsek selama ini tidak ada. Namun yang jelas, saat dalam perjalanan, Yelva suami korban ini memang sempat tidak tenang, begitu menerima telepon dari istrinya. Apalagi, saat hendak menghubungi isteri dan anaknya, ternyata HP keduanya sedang tidak aktif.

“Kita belum bisa mengambil banyak keterangan dari Yelva karena masih dalam kondisi syok atas kejadian ini,” ungkapnya. Dari olah TKP yang dilakukan di dalam rumah korban, terlihat bercak darah berserakan di lantai. “Kedua korban dihabisi didalam kamar, setelah menghabisi korban, pelaku sempat mencuci tangan di kamar untuk menghilangkan darah. Sebab, banyak bercak darah disekitar TKP yang kita temukan,” jelasnya.

Barang bukti lainya yang berhasil ditemukan disekitar korban terkapar adalah piala yang digunakan untuk memukul kepala korban, kayu dan seprai berlumuran darah. “Diduga, selesai melakukan aksinya pelaku keluar rumah melalui pintu depan, dan kunci pintu dibawa oleh pelaku,” ungkapnya.

Bertanya ke Tetangga

Ketua RT 08, Aprizal saat ditemui wartawan mengatakan, saat Yelva tiba di rumah setelah pulang dari Surabaya, dilihatnya rumah tertutup. Yelva sempat mendatangi rumah Bayu untuk menanyakan keberadaan isterinya. Tapi, Bayu tidak mengetahuinya. Akhirnya Yelva menuju ke rumahnya yang ditemanai Bayu.
“Mereka sempat duduk di bawah pohon mangga yang ada di depan rumah TKP.

Tak lama Yelva pergi untuk mencari istrinya itu. Tapi tetap tak mengetahui keberadaanya. Akhirnya ia mecongkel pintu untuk masuk ke dalam. Setelah masuk itulah, dia baru mengetahui kalau anak dan bininya sudah tak bernyawa.
“Suaminya terlihat syok dan menung dengan kondisi rumahnya yang penuh dengan darah pada bagian kamar hingga kedinding kamar. Terlihat suaminya cukup kuat menahan rasa atas kejadian itu,” kata Aprizal.

Mengetahui kejadian tersebut warga sekitar mengaku juga kaget. Apalagi sebelum kejadian, warga tetangga tidak terdengar atau terlihat hal-hal yang ganjil yang mencurigakan di rumah tersebut. Sedangkan, rumah korban dari tetangga tidak jauh hanya berjarak sekitar 20 hingga 30 meter.

“Selama ini, kami tidak pernah mendengar keluarga mereka ini terlibat persoalan. Sehingga kejadian itu cukup membuat warga tak menyangka,” kata Ketua RT. Sementara itu, Niza yang tinggal di belakang rumah korban mengaku juga tidak mendengar ada hal keanehan di rumah tersebut. Diapun mengetahui, setelah melihat orang ramai.

“Kami mengetahui setelah orang ramai datang ke rumah itu. Selama ini, memang korban jarang keluar. Yang kita ketahui rumah korban memang selalu didatangi orang yang bertamu, mungkin menyangkut kerjaan suaminya yang merupakan pegawai Adpel,” katanya.(rio)

Kronologis

13.15 WIB
Istri Korban menelpon suaminya saat itu berada di Bandara Sutan Syarif Kasim, Pekanbaru, sang istri menyebutkan, agar suaminya tidak mematikan HP.

13.30 WIB s/d 15.30 WIB
Istri korban diperkirakan didatangi orang bertamu ke rumahnya.

15.30 WIB
Yelva suami korban, bermaksud hendak menghubungi anak dan istrinya, namun kedua HP sedang tidak aktif.

23.00 WIB
Yelva tiba di Dumai dari Pekanbaru, saat dipanggil tak ada sambutan dari dalam rumah

23.10 WIB
Yelva datang ke rumah seorang warga tetangga untuk menanyakan istrinya. Namun, oleh tetangga tak ada yang tahu. Dan Yelva sempat duduk dibawa pohon Mangga.

23.30 WIB
Yelva dan warga mencongkel garasi, untuk bisa masuk ke dalam rumah. Dan begitu masuk, dilihat sudah tidak bernyawa lagi dengan kondisi mengenaskan.

01.00 WIB
Jasad kedua korban di bawa ke RSUD Dumai, dan kemudian dibawa ke rumah keluarganya di Jalan Karya 1, Dumai.

12.25 WIB
Kedua jenazah dibawa ke pemakaman, yang dikuti ratusan pelayat dengan dua mobil jenazah

Blog Archive